Bukittinggi (26/10/2026) – Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kota Bukittinggi melalui Departemen Pendidikan dan Pelatihan menggelar kegiatan Limpapeh Aksara bertajuk “Membaca Bukan Sekadar Menamatkan: Cara Menyelami, Menangkap Makna, dan Menuliskannya Kembali”. Acara digelar secara daring pada Ahad (25/10) malam.
Kegiatan yang terbuka untuk umum ini menghadirkan Rachmawaty Rahimah, seorang pecinta buku dan pegiat literasi yang aktif membagikan refleksi buku serta rangkuman tadabbur Al-Qur’an melalui media sosial. Acara dipandu oleh Wafa Zahida dan dibuka oleh Ketua Departemen Pendidikan dan Pelatihan PD Salimah Kota Bukittinggi, Dr. Yudelnilastia.
Ketua PD Salimah Kota Bukittinggi, Selvika Wijaya, menyambut positif hadirnya program Limpapeh Aksara sebagai salah satu ikhtiar untuk menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi, khususnya penggunaan gawai, menjadi tantangan tersendiri dalam menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan ilmu pengetahuan, terutama pada anak-anak. Karena itu, diperlukan upaya untuk menghadirkan kegiatan literasi yang menarik dan bermakna agar membaca tetap menjadi kebiasaan yang menyenangkan serta menjadi bagian dari proses belajar sepanjang hayat.
Sebanyak 19 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias, termasuk peserta 30 Days Book Review Challenge yang tergabung dalam Grup Limpapeh Aksara. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi berlangsung.
Dalam pemaparannya, narasumber mengajak peserta untuk memandang aktivitas membaca bukan sekadar menuntaskan halaman demi halaman, melainkan sebagai proses menemukan rasa, memahami gagasan, dan menangkap makna yang terkandung dalam sebuah buku.
Salah satu cerita menarik yang dibagikan narasumber berkaitan dengan pengalamannya tinggal di Inggris. Dalam konteks kesehariannya, Rachma memaparkan antusiasme anak-anak peserta didik setara Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak yang berkembang kemampuan berpikir kritisnya lewat aktifitas membaca nyaring (read aloud).
Melalui kegiatan ini, Limpapeh Aksara diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi para pecinta literasi untuk mengembangkan kebiasaan membaca yang lebih bermakna sekaligus membangun keterampilan menuliskan kembali pemahaman dan refleksi dari bacaan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Salimah Kota Bukittinggi dalam menghadirkan ruang edukasi yang mendorong perempuan dan masyarakat luas untuk terus belajar, bertumbuh, serta mengambil manfaat dari ilmu yang diperoleh melalui bacaan.
Dengan semangat Limpapeh Aksara, membaca bukan lagi sekadar tentang berapa banyak buku yang selesai dibaca, melainkan seberapa dalam makna yang ditemukan dan seberapa besar manfaat yang dapat dibagikan kepada orang lain. (Dee)






Komentar