Acara ini mengusung tema, “Berilah Kaummu Peringatan” yang materinya disampaikan oleh Sujarwo, selaku Ketua IKADI Sumbawa. Adapun tujuan diselenggarakannya antara lain untuk memotivasi pengurus dan masyarakat terus membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini terdiri dari dua sesi, yakni sesi Kajian Ramadan membahas Tafsir Al Qur’an Surat Nuh dan sesi Khotmil Qur’an.
Pada sesi pertama, pemateri menyampaikan bahwa rujukan yang dipakai adalah Kitab Qishashul Anbiya karya Ibnu Katsir. Dipaparkan bahwa Nabi Nuh a.s. berdakwah selama 950 tahun dan merupakan dakwah terlama di antara para nabi.
Dalam Surat Nuh dijelaskan tentang dakwah tauhid yang dilakukan Nabi Nuh a.s., metode dakwah yang digunakan, bagaimana kekuatan istighfar yang bisa mendatangkan banyak kebaikan, bukti-bukti kebesaran Allah SWT, penolakan kaum Nabi Nuh a.s., azab yang diberikan kepada kaum Nabi Nuh a.s. dan pada ayat terakhir ditutup dengan doa yang dipanjatkan Nabi Nuh a.s.
Sedangkan di sesi kedua, adalah Khotmil Qur’an, dimana setiap peserta kajian mendapat bagian masing-masing 1 juz untuk dibaca tuntas.
Sebagai penutup, diberikan reward kepada 5 peserta terbaik yang telah termasuk dalam kategori peserta yang menghafal Surat Nuh, peserta yang telah 2 (dua) kali khatam membaca Al Qur’an sampai di hari ke-10 Ramadan, dan peserta yang paling banyak membaca Al Qur’an dalam sehari. [ning_sbw]
What do you think?
Kegiatan Kajian Ramadhan dan Sehari Bersama Al-Qur’an ini terasa sangat relevan, terutama untuk menguatkan peran perempuan dalam membangun kedekatan dengan Al-Qur’an selama Ramadhan. Kolaborasi PD Salimah dan IKADI Sumbawa juga menunjukkan bahwa sinergi antarorganisasi bisa menghadirkan kajian yang lebih hidup dan berdampak bagi masyarakat. Semoga program seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak muslimah.