Wisuda perdana ini menjadi tonggak penting sejak Grand Opening Sekolah Lansia Salimah Kota Semarang pada tahun 2025 sekaligus menegaskan komitmen Salimah dalam memperluas akses pendidikan sepanjang hayat bagi para lanjut usia.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, sedianya dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Namun karena berhalangan, beliau memberikan disposisi kepada Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Moh. Agus Junaidi, untuk mewakili Pemerintah Kota Semarang.
Dalam sambutannya, Moh. Agus Junaidi menyampaikan apresiasi kepada Salimah atas konsistensinya menghadirkan program yang memberdayakan lansia. Menurutnya, program seperti Sekolah Lansia Salimah sangat sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawati dan memberikan apresiasi kepada Salimah yang telah menghadirkan program pemberdayaan lansia seperti ini. Dinas Sosial Kota Semarang sangat terbuka untuk berkolaborasi, baik dalam pengembangan program, dukungan sarana dan prasarana, maupun berbagai program pemberdayaan sosial lainnya, termasuk bagi lansia dan penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Ketua PD Salimah Kota Semarang, Farida, menyampaikan bahwa wisuda ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bentuk penghargaan atas semangat belajar para lansia yang terus bertumbuh dan menginspirasi.
“Belajar tidak mengenal batas usia. Kami berharap para lulusan Salsa tetap menjadi pribadi yang aktif, sehat, mandiri, dan terus memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Ucapan selamat juga disampaikan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Jawa Tengah. PW Salimah Jawa Tengah berharap para wisudawati dapat terus mengamalkan ilmu yang telah diperoleh serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
“Semoga seluruh wisudawati Sekolah Lansia Salimah senantiasa hidup bahagia, sehat, dan mandiri, sebagaimana semangat dan jargon SALSA, serta terus menjadi inspirasi bagi keluarga dan masyarakat.”
Prosesi wisuda berlangsung khidmat layaknya wisuda pada umumnya, diawali dengan prosesi masuk para wisudawati mengenakan toga, penyematan samir, pemindahan tali toga, penyerahan piagam penghargaan, hingga sesi foto bersama. Suasana haru dan bangga menyelimuti aula saat para keluarga memberikan apresiasi kepada para wisudawati yang berhasil menyelesaikan proses belajar.
Acara juga semakin semarak dengan penampilan dari masing-masing kelompok Sekolah Lansia Salimah Kecamatan Tembalang dan Banyumanik. Berbagai pertunjukan yang dipersembahkan menunjukkan bahwa usia lanjut bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya, belajar, dan tampil percaya diri.
Sekolah Lansia Salimah merupakan program pendidikan nonformal yang membekali peserta dengan berbagai materi, mulai dari keagamaan, kesehatan, psikologi, keterampilan sosial, pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan teknologi, hingga aktivitas fisik melalui senam ramah lansia. Selain meningkatkan pengetahuan, program ini juga menjadi ruang silaturahmi sehingga para lansia tetap aktif berinteraksi, saling mendukung, dan terhindar dari kesepian.
Program ini sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Semarang dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat, diharapkan semakin banyak lansia memperoleh kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Secara nasional, Sekolah Lansia Salimah (Salsa) telah diikuti oleh lebih dari 10.000 peserta yang tersebar di 37 provinsi dan 406 kabupaten/kota di Indonesia. Keberhasilan Wisuda Angkatan I ini menjadi motivasi bagi PD Salimah Kota Semarang untuk terus memperluas jangkauan Sekolah Lansia Salimah agar semakin banyak lansia dapat menikmati pendidikan sepanjang hayat dan mewujudkan lansia yang bahagia, sehat, dan mandiri.