Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum ini menghadirkan Zuni Rahmah Dewi, Trainer Pusat Studi Eco Enzym Universitas Lambung Mangkurat, sebagai narasumber. Peserta mendapatkan pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi sabun yang aman digunakan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Khusus pada batch kedua, peserta juga memperoleh bonus pelatihan pembuatan ecoenzim sebagai solusi pengolahan limbah organik rumah tangga dan membawa pulang sabun yang terbuat dari minyak kelapa murni.
Workshop ini merupakan bagian dari komitmen Salimah dalam meningkatkan keterampilan perempuan, memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus membangun kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Ketua PW Salimah Kalimantan Selatan, Rimalia Karim, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan merupakan salah satu strategi dalam memperkuat ketahanan keluarga.
“Peningkatan ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah perceraian yang akhir-akhir ini terus meningkat. Salah satu penyebab perceraian adalah persoalan ekonomi. Karena itu, Salimah terus menghadirkan program-program pemberdayaan agar para ibu memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan keluarga,” ujarnya.
Selain aspek ekonomi, workshop ini juga mengangkat isu lingkungan. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah, saluran air, dan sungai. Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus bernilai jual.
Ketua PD Salimah Banjarmasin, Munawarah, menambahkan bahwa edukasi pengelolaan limbah menjadi sangat penting mengingat kondisi Kota Banjarmasin yang masih menghadapi persoalan sampah.
“Kota Banjarmasin mengalami kerawanan persoalan sampah. Jangan sampai minyak jelantah yang dibuang sembarangan semakin menambah permasalahan lingkungan. Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi produk yang berguna dan bernilai ekonomi,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka tidak hanya mengikuti materi, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pembuatan sabun hingga menghasilkan produk yang dapat dibawa pulang.
Melalui kolaborasi ini, Salimah berharap semakin banyak keluarga yang memperoleh manfaat dari keterampilan sederhana namun berdampak besar. Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun membuktikan bahwa limbah rumah tangga dapat menjadi peluang usaha sekaligus langkah nyata menjaga lingkungan.
Ke depan, Salimah Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang mendukung pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari kontribusi nyata kepada masyarakat.