Pasca-Thufan, PP Salimah Dukung Gagasan “Muakhah” untuk Pemulihan Gaza

Menyikapi Fase Kritis Pasca-Thufan: PP Salimah Dukung Penuh Gagasan “Muakhah” Syaikh Dr. Marwan Abu Ros untuk Pemulihan Gaza.

 

Jakarta (10/8/2026) – Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) turut mengambil bagian dalam merespons fase baru krisis kemanusiaan di Gaza dengan menghadiri pertemuan strategis bertajuk “What Next After Thufan” Series ke-2. Pertemuan yang digelar di Aljazeera Resto, Jakarta, pada Ahad (9/8) malam tersebut menghadirkan tokoh sentral perjuangan Palestina, Syaikh Dr. Marwan Abu Ros, selaku Ketua Lajnah Al Quds dan Palestina di Persatuan Ulama Dunia sekaligus penggagas Sumud Flotilla.

Hadir mewakili Pimpinan Pusat Salimah, Siti Badriah selaku Humas Mubaligah Salimah Indonesia, bersama puluhan tokoh lintas organisasi Islam, pimpinan lembaga filantropi, akademisi, hingga perwakilan jurnalis se-Indonesia. Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi gagasan di tengah eskalasi penderitaan rakyat Gaza yang tak kunjung usai.

Syaikh Dr. Marwan Abu Ros memberikan apresiasi mendalam atas dukungan bangsa Indonesia yang tidak pernah surut. Iamemaparkan data terkini kondisi Gaza yang sangat memprihatinkan: lebih dari 56.000 anak menjadi yatim, 17.000 wanita kehilangan suami, dan 90% infrastruktur serta rumah hancur lebur. Masyarakat bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan suhu ekstrem tanpa pasokan air dan fasilitas kesehatan yang memadai.

Sebagai solusi strategis untuk fase pemulihan, Syaikh Marwan menyerukan implementasi gagasan Muakhah (Persaudaraan), yang terinspirasi dari persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar di masa lampau.

“Kita tidak lagi hanya membutuhkan simpati, namun wujud nyata dari konsep Muakhah. Kita harus mempersaudarakan institusi di Indonesia dengan di Gaza. Rumah sakit di Indonesia menjadi saudara bagi rumah sakit di Gaza. Kampus dan sekolah di Indonesia menjadi saudara bagi lembaga pendidikan di Gaza. Bahkan klub sepak bola hingga yayasan yatim piatu, semua harus memiliki ‘saudara’ asuh di tanah Palestina untuk menjamin keberlanjutan pemulihan mereka,” tegas Syaikh.

Selain pendekatan kemanusiaan, Syaikh Marwan juga menekankan pentingnya penguatan tekanan politik dan hukum internasional, serta komitmen boikot ekonomi yang berkelanjutan terhadap produk-produk yang berafiliasi dengan penjajahan.

Siti Badriah selaku Humas MSI memberikan pernyataan bahwa Salimah siap menjadi bagian dari sinergi besar ini. Sebagai organisasi yang fokus pada perempuan, anak, dan keluarga, Salimah memandang 17 ribu janda dan 56 ribu anak yatim di Gaza bukan sekadar angka, melainkan panggilan nurani yang menuntut tanggung jawab kita bersama. Konsep Muakhah ini dapat dibawa sebagai agenda strategis ke dalam program-program kemanusiaan Salimah.

Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh organisasi, anggota parlemen, dan tokoh masyarakat yang hadir untuk tidak membiarkan Gaza berjuang sendirian. Kemerdekaan Palestina dan pemulihan Masjidil Aqsha dipandang bukan semata urusan bangsa Arab, melainkan kehormatan dan amanah bagi seluruh umat Islam, khususnya di Indonesia.

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news