Ketua PW Salimah DKI Jakarta
pada Seminar Keamanan Pangan di Jakarta Pusat, Ahad (2/8/26)
Menyimpan Pangan Secara Aman, Bukan Sekadar Memasukkannya ke Kulkas
Sudah membeli bahan pangan yang baik? Jangan berhenti sampai di sini. Cara menyimpannya di rumah juga menentukan apakah pangan tersebut tetap aman saat dikonsumsi.
Pernah membeli bahan makanan dalam jumlah cukup banyak, lalu beberapa hari kemudian menemukan makanan sudah berubah kualitasnya?
Sayuran mulai layu, makanan berbau, daging berubah kondisi, atau bahan makanan yang sebenarnya masih layak justru terlupakan di sudut kulkas.
Hal seperti ini menunjukkan bahwa menyimpan pangan bukan sekadar memasukkannya ke dalam kulkas. Ada cara yang perlu diperhatikan agar pangan tetap aman dan kualitasnya terjaga.
Dalam 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga, penyimpanan yang tepat menjadi Kunci 2: Simpan Pangan Secara Aman.
Pangan Dingin dan Beku Jangan Dibiarkan Lama di Suhu Ruang
Bahan pangan yang membutuhkan suhu dingin atau beku sebaiknya segera disimpan di lemari pendingin atau freezer setelah sampai di rumah.
Kulkas juga perlu dipastikan dalam kondisi baik dan termostatnya berfungsi dengan benar. Jangan sampai makanan sudah dimasukkan ke dalam kulkas, tetapi suhu penyimpanannya ternyata tidak sesuai.
Pisahkan Pangan yang Berbeda
Salah satu prinsip penting dalam penyimpanan pangan adalah memisahkan bahan yang berpotensi saling mencemari.
Penyimpanan sebaiknya memisahkan:
– pangan dan bahan nonpangan;
– pangan mentah dan pangan matang;
– pangan dari bahan kimia berbahaya.
Dengan pemisahan tersebut, risiko terjadinya kontaminasi dapat dikurangi.
Bayangkan, misalnya, bahan pangan mentah diletakkan sembarangan bersama makanan yang sudah siap disantap. Jika terjadi kebocoran atau kontak langsung, cemaran dari bahan mentah dapat berpindah ke makanan yang sudah matang.
Karena itu, penataan bukan hanya soal kerapian, tetapi juga bagian dari keamanan pangan.
Gunakan Prinsip FIFO dan FEFO
Ada dua kebiasaan sederhana yang sangat membantu agar bahan pangan tidak terlupakan di dalam tempat penyimpanan, yaitu FIFO dan FEFO.
FIFO (First In First Out) berarti bahan yang lebih dahulu disimpan digunakan lebih dahulu.
Sementara FEFO (First Expired First Out) berarti bahan pangan yang masa kedaluwarsanya lebih cepat harus digunakan lebih dahulu.
Prinsipnya sederhana: jangan sampai membeli bahan baru, lalu bahan yang sudah lebih dahulu dibeli terlupakan sampai akhirnya rusak atau melewati tanggal kedaluwarsa.
Bagaimana Menata Isi Kulkas?
Penataan isi kulkas juga perlu diperhatikan. Materi 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga memberikan contoh pembagian penyimpanan sebagai berikut:
Freezer
Dapat digunakan untuk es, daging beku, ikan beku, makanan olahan beku, es krim, dan sayuran beku.
Rak atas
Dapat digunakan untuk pangan siap saji, bumbu, acar, buah, telur, mentega, dan keju.
Rak tengah
Dapat digunakan untuk sisa pangan siap saji, roti, keju, telur dalam karton, mayones, dan salad dressing.
Rak bawah
Dapat digunakan untuk daging yang sedang dalam proses pelelehan, susu dan produk olahannya, serta minuman.
Rak sayuran atau crisper
Digunakan untuk sayuran dan rempah.
Penataan seperti ini membantu membuat penyimpanan pangan menjadi lebih terorganisasi dan memudahkan kita mengambil bahan sesuai kebutuhan.
Kenali Suhu Aman untuk Pangan
Suhu merupakan salah satu hal penting dalam menjaga keamanan pangan.
Materi tersebut mencantumkan beberapa batas suhu yang perlu diperhatikan:
– Pangan beku: ≤ -18°C
– Pangan yang tidak langsung dikonsumsi: ≤ 4°C
– Pangan panas: ≥ 60°C
– Suhu 4°C sampai 60°C: merupakan rentang suhu tempat bakteri dapat tumbuh dengan cepat.
– Memasak pangan: 72°C–82°C.
Artinya, menjaga suhu makanan bukan sekadar urusan kenyamanan. Suhu yang tepat merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga pangan tetap aman.
Jangan Jadikan Kulkas sebagai “Tempat Menumpuk Makanan”
Kulkas yang penuh belum tentu berarti pengelolaan pangan yang baik.
Justru, bahan makanan perlu ditata agar mudah ditemukan dan digunakan sesuai urutan. Bahan yang lebih dahulu dibeli atau yang masa kedaluwarsanya lebih dekat sebaiknya ditempatkan sedemikian rupa agar lebih mudah terlihat dan digunakan terlebih dahulu.
Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga keamanan pangan, tetapi juga dapat mengurangi makanan yang terbuang.
Dari Kulkas yang Rapi, Dimulai Kebiasaan yang Baik
Keamanan pangan keluarga tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Memisahkan pangan mentah dan matang, menyimpan pangan sesuai suhu, menata isi kulkas, serta menerapkan FIFO dan FEFO merupakan kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Yang paling penting adalah konsisten.
Karena pangan yang aman bukan hanya ditentukan oleh apa yang kita beli, tetapi juga oleh bagaimana kita memperlakukannya setelah sampai di rumah.
Setelah pangan dibeli dan disimpan dengan benar, tahap berikutnya adalah memastikan bahan tersebut disiapkan dan diolah dengan aman.
Ditulis oleh: Emy Dharmawaty
Ketua Dept Humas PW Salimah DKI Jakarta