Soliditas Pengurus Jadi Kunci, Salimah Lampung Barat Dorong Program yang Berdampak bagi Masyarakat

Lampung Barat (23/8/2026) — Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kabupaten Lampung Barat terus memperkuat konsolidasi internal dan kapasitas kepengurusan sebagai langkah menghadirkan program yang semakin relevan dan berdampak bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) 2 yang digelar di SDIT Darul Qudwah, Lampung Barat, Ahad (23/8).

 

Mengangkat tema “Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum bagi jajaran pengurus Salimah untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, mengevaluasi program, serta menyusun langkah strategis organisasi ke depan.

Kegiatan dihadiri Sekretaris PW Salimah Provinsi Lampung, Fitri Agustin, sebagai narasumber utama.

Ketua PD Salimah Kabupaten Lampung Barat, Emilia Sari, mengatakan bahwa soliditas struktur merupakan modal penting dalam memastikan setiap program organisasi dapat berjalan secara optimal.

“Soliditas bukan hanya tentang bagaimana pengurus dapat bekerja bersama, tetapi bagaimana kita memiliki visi dan langkah yang sama untuk menghadirkan program yang benar-benar dibutuhkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Emilia.

Menurutnya, penguatan struktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas para pengurus. Dengan demikian, organisasi tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga mampu merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami ingin setiap pengurus Salimah memiliki kemampuan untuk melihat potensi dan persoalan yang ada di daerahnya. Dari sana kemudian lahir program yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata, khususnya bagi perempuan, anak, dan keluarga,” lanjutnya.

Penguatan Struktur dan Kepemimpinan

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.15 WIB dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan pembukaan, pembacaan tilawah serta doa.

Dalam sesi materi strategis, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kebijakan positioning Salimah, sosialisasi Rakernas, serta taujih pimpinan. Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman pengurus terhadap arah kebijakan dan gerak organisasi.

Sementara dalam sesi PKPS 2, peserta mendapatkan pembekalan mengenai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) yang disampaikan langsung oleh Fitri Agustin.

Fitri menekankan bahwa penguatan struktur organisasi harus menjadi fondasi dalam melahirkan program yang terarah, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Soliditas struktur menjadi modal utama dalam menjalankan roda organisasi. Ketika struktur kuat, komunikasi berjalan baik, dan setiap pengurus memahami tugas serta perannya, maka program yang dirancang akan lebih mudah diterjemahkan menjadi aksi yang nyata dan berdampak,” ungkapnya.

Menurut Fitri, Rakorwil tidak sekadar menjadi forum koordinasi, tetapi juga ruang untuk menyamakan persepsi, melakukan evaluasi, serta memastikan program organisasi tetap berjalan sesuai arah dan tujuan yang telah ditetapkan.

“Rakorwil harus menjadi ruang untuk melihat kembali apa yang sudah kita lakukan, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang harus kita lakukan ke depan. Kita tidak ingin program hanya sekadar terlaksana, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan maslahat,” jelasnya.

Program Harus Berangkat dari Potensi Daerah

Pembahasan kegiatan juga mencakup tata kelola Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), maslahat, kedaerahan, diskusi organisasi, serta sosialisasi program kerja tahun 2026. Para peserta juga diajak mengenali dan memetakan berbagai potensi daerah yang dapat dikembangkan untuk memperluas efektivitas dakwah dan kontribusi sosial Salimah di Kabupaten Lampung Barat.

Fitri menilai pemahaman terhadap AD/ART dan GBHO menjadi bagian penting dalam membangun kepengurusan yang memiliki arah kerja yang jelas.

“AD/ART dan GBHO bukan hanya dokumen organisasi. Di dalamnya terdapat arah dan rambu-rambu yang menjadi pedoman bagi kita dalam menjalankan amanah. Karena itu, setiap pengurus perlu memahami dan mengimplementasikannya dalam kerja-kerja organisasi,” katanya.

Ia juga mendorong Salimah Lampung Barat agar mampu mengoptimalkan potensi lokal sebagai kekuatan dalam menjalankan program dakwah dan sosial kemasyarakatan.

“Setiap daerah memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, program Salimah perlu berangkat dari kebutuhan dan potensi daerah. Kenali persoalannya, petakan potensinya, kemudian hadirkan solusi melalui program yang tepat dan berkelanjutan,” ujar Fitri.

Dorong Program yang Benar-Benar Dirasakan Masyarakat

Ketua PD Salimah Kabupaten Lampung Barat, Emilia, menambahkan, Rakorwil dan PKPS 2 tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin organisasi. Hasil dari kegiatan tersebut harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata di lapangan.

“Harapannya, setelah kegiatan ini ada langkah konkret. Apa yang kita diskusikan hari ini harus mampu diterjemahkan menjadi program yang hadir di tengah masyarakat. Karena ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya banyaknya kegiatan, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan,” tegas Emilia.

Ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk membangun kolaborasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menjalankan amanah organisasi.

“Mari kita kuatkan komunikasi, saling mendukung, dan mengoptimalkan potensi masing-masing. Ketika struktur solid dan bergerak bersama, insyaallah program Salimah akan semakin kuat dan dampaknya semakin luas,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Fitri berharap Rakorwil dan PKPS 2 dapat melahirkan pengurus yang semakin solid, memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik, serta mampu menerjemahkan visi organisasi menjadi gerakan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Mari kita bangun Salimah dengan struktur yang solid, pengurus yang berkapasitas, dan program yang berdampak. Ukuran keberhasilan kita adalah ketika keberadaan Salimah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam penguatan perempuan, keluarga, dan generasi masa depan,” pungkas Fitri.

Melalui Rakorwil dan PKPS 2 ini, PD Salimah Kabupaten Lampung Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat organisasi sekaligus memperluas kontribusi dalam bidang dakwah, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, dan perlindungan anak. Semangat “Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak” diharapkan menjadi pijakan bagi Salimah Lampung Barat untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Lampung Barat.

Tags:
Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news