Rakorwil dan PKPS 2 Salimah Bandar Lampung Perkuat Soliditas Pengurus, Wujudkan Program Berdampak

Bandar Lampung (23/6/2026) — Pimpinan Daerah (PD) Salimah Bandar Lampung menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) 2 pada Ahad (23/8). Mengusung tema “Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus Salimah Bandar Lampung sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dan konsolidasi organisasi.

 

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PD Salimah Bandar Lampung, Dr. Ani Agus Puspawati. Ia menyampaikan bahwa PKPS 2 merupakan salah satu agenda penting dalam proses pembinaan pengurus Salimah.

Menurut Ani, penguatan kapasitas pengurus tidak hanya ditujukan agar struktur organisasi berjalan dengan baik, tetapi juga agar seluruh pengurus memiliki kesamaan visi dan mampu menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“PKPS 2 ini merupakan program yang penting bagi pengurus Salimah. Pengurus diharapkan semakin solid dan program yang dijalankan tidak hanya sekadar terlaksana, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan materi dari Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Provinsi Lampung, Erwinda Rismayasari dan Aulia Rahmawati. Materi yang disampaikan mencakup penguatan kepemimpinan, arah gerak organisasi, serta penguatan peran pengurus dalam menjalankan dakwah dan program Salimah.

Dalam salah satu sesi, Erwinda menjelaskan bahwa PKPS 2 merupakan kelanjutan dari PKPS 1 dan memiliki posisi yang sama pentingnya dalam proses pembinaan kepemimpinan pengurus. Ia juga menyoroti adanya perbedaan dinamika pelaksanaan PKPS 2 di setiap wilayah. Kondisi geografis menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan kegiatan. Di sejumlah wilayah kabupaten, misalnya, jarak antardesa yang cukup jauh membuat pelaksanaan kegiatan pada malam hari tidak selalu memungkinkan.

“Dinamisasi pelaksanaan PKPS 2 di setiap wilayah berbeda. Ada wilayah yang kondisi geografisnya membuat pelaksanaan kegiatan harus menyesuaikan dengan jarak dan waktu. Ini menjadi bagian dari dinamika yang perlu kita sikapi dengan bijak,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Erwinda juga menguatkan kembali makna dakwah sebagai bagian penting dari kehidupan seorang pengurus Salimah. Menurutnya, dakwah tidak semestinya dipandang sebagai beban, melainkan sebagai jalan untuk menghadirkan kebaikan dan kebermanfaatan yang lebih luas. “Dakwah bikin hidup lebih hidup,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa sebagian orang terkadang memandang dakwah sebagai sesuatu yang berat sehingga lebih memilih memprioritaskan urusan pekerjaan, mencari nafkah, atau aktivitas duniawi lainnya. Padahal, dakwah memiliki dimensi kebermanfaatan yang melampaui kepentingan pribadi.

Merujuk pada QS. Fussilat ayat 33, Erwinda menegaskan bahwa menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan merupakan bagian dari jalan menuju kemuliaan. “Dakwah bukan sekadar untuk diri sendiri. Yang penting adalah bagaimana dakwah itu bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Justru dakwah merupakan salah satu jalan untuk mencari kemuliaan di sisi Allah,” tuturnya.

Erwinda juga mengingatkan para pengurus agar tidak kehilangan kerinduan untuk berdakwah. Menurutnya, kebermanfaatan kepada sesama merupakan salah satu ukuran penting dalam memaknai kehidupan.

“Yang seharusnya kita khawatirkan adalah ketika kita tidak lagi memiliki kerinduan kepada dakwah. Sebaik-baiknya hidup adalah hidup yang memberikan manfaat dan kebaikan. Ketika seseorang merasa malas dalam berdakwah, bisa jadi ia belum memahami hakikat dakwah yang sebenarnya,” katanya.

Selain sesi penguatan kepemimpinan dan dakwah, Rakorwil dan PKPS 2 juga membahas sejumlah agenda strategis organisasi. Materi dan diskusi mencakup kebijakan positioning Salimah, sosialisasi Rakernas, tata kelola Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), sosialisasi program kerja Salimah tahun 2026, serta diskusi kedaerahan.

Rangkaian agenda tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi para pengurus untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta membangun keselarasan antara kebijakan organisasi dengan kebutuhan di tingkat daerah.

Melalui pelaksanaan Rakorwil dan PKPS 2, Salimah Bandar Lampung meneguhkan komitmen untuk membangun struktur organisasi yang semakin solid, kepemimpinan yang semakin kuat, serta program kerja yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat “Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak”, seluruh pengurus diharapkan mampu menerjemahkan penguatan organisasi ke dalam aksi nyata, sehingga keberadaan Salimah semakin dirasakan manfaatnya oleh keluarga dan masyarakat.

Tags:
Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news