Bendahara INKOSSUMA Gelar Pengenalan Sistem Digitalisasi Keuangan

Jakarta (22/8/2026) — Bendahara Koperasi Sekunder Induk Keluarga Kossuma Indonesia (INKOSSUMA) menggelar kegiatan Pengenalan Sistem Digitalisasi Keuanganpada Sabtu (22/8) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan berlangsung pukul 07.00–09.00 WIB dan diikuti oleh 37 peserta, yang terdiri atas pengurus dan pengelola KOSSUMA serta pengurus INKOSSUMA.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bendahara INKOSSUMA dalam upaya mendorong penguatan tata kelola keuangan koperasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Digitalisasi diharapkan dapat mendukung sistem pengelolaan keuangan yang lebih tertib, transparan, akurat, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus arahan dari Ketua INKOSSUMA, Eko Sri Wahyuni. Ia menyampaikan bahwa kegiatan pengenalan sistem digitalisasi keuangan memiliki peran yang sangat penting dalam menghadapi tantangan koperasi saat ini.

Menurutnya, tantangan koperasi tidak hanya terletak pada bagaimana meningkatkan usaha dan jumlah anggota, tetapi juga bagaimana membangun tata kelola keuangan yang tertib, transparan, akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Digitalisasi bukan sekadar memindahkan pencatatan dari buku ke komputer atau dari Excel ke aplikasi. Digitalisasi harus menjadi bagian dari transformasi tata kelola koperasi,” ujarnya.

Melalui sistem keuangan digital, proses pencatatan transaksi, pengelolaan kas, monitoring keuangan, penyusunan laporan, hingga pengambilan keputusan diharapkan dapat dilakukan dengan lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Bagi INKOSSUMA sebagai koperasi sekunder yang menaungi dan membersamai KOSSUMA, transformasi digital juga memiliki arti yang strategis. Ke depan, INKOSSUMA berharap KOSSUMA di berbagai daerah dapat memiliki tata kelola yang semakin baik, dengan sistem yang secara bertahap dapat terintegrasi dan terstandardisasi.

Ketua INKOSSUMA juga menyampaikan lima hal penting yang perlu dibangun melalui digitalisasi keuangan.

Pertama, tertib administrasi dan pencatatan. Setiap transaksi harus tercatat dengan benar, memiliki bukti, dan mudah ditelusuri kembali. Pencatatan yang tertib menjadi salah satu dasar penting dalam membangun kepercayaan serta memastikan pengelolaan keuangan koperasi berjalan dengan baik.

Kedua, transparansi dan akuntabilitas. Pengurus harus mampu mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan kepada anggota. Digitalisasi diharapkan dapat membantu menghasilkan laporan yang lebih cepat, akurat, dan mudah dipahami.

Ketiga, efisiensi kerja Teknologi diharapkan dapat membantu pekerjaan administratif sehingga pengurus dan pengelola tidak menghabiskan terlalu banyak waktu pada pekerjaan yang sebenarnya dapat didukung oleh sistem. Dengan demikian, waktu dan tenaga dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk pengembangan koperasi.

Keempat, data untuk pengambilan keputusan. Laporan keuangan tidak hanya dibuat untuk memenuhi kewajiban Rapat Anggota Tahunan (RAT), tetapi juga harus menjadi gambaran mengenai kesehatan koperasi. Melalui data yang tersedia, pengurus diharapkan dapat melihat kondisi usaha, arus kas, pendapatan, biaya, aset, kewajiban, serta perkembangan koperasi secara lebih menyeluruh.

Kelima, membangun ekosistem digital INKOSSUMA–KOSSUMA. Inilah arah jangka panjang yang perlu dipersiapkan bersama. Ke depan, data dan sistem yang digunakan oleh KOSSUMA diharapkan dapat mendukung konsolidasi data di tingkat INKOSSUMA sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kekuatan ekonomi jaringan KOSSUMA secara nasional.

Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti hanya pada tahap mengenal aplikasi, tetapi juga diajak untuk kritis dalam mengevaluasi sistem yang diperkenalkan.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian antara lain apakah sistem tersebut mudah digunakan, sesuai dengan kebutuhan koperasi syariah, mampu menghasilkan laporan yang memenuhi kebutuhan pengurus, pengawas, dan RAT, memiliki keamanan data yang baik, dapat digunakan oleh KOSSUMA dengan kapasitas yang berbeda-beda, serta memungkinkan adanya integrasi dengan INKOSSUMA di masa mendatang.

Hal tersebut penting karena teknologi pada dasarnya merupakan alat, bukan tujuan. Tujuan utama tetap membangun koperasi yang sehat, profesional, amanah, modern, dan memberikan sebesar-besarnya manfaat bagi anggota.

Digitalisasi juga diharapkan tidak menghilangkan jati diri koperasi. Sebaliknya, teknologi harus menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai koperasi dan prinsip syariah, seperti amanah, transparansi, keadilan, kebersamaan, serta pertanggungjawaban.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta, khususnya para ketua, bendahara, dan pengelola KOSSUMA, diajak untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Peserta diharapkan aktif bertanya, mencoba sistem yang diperkenalkan, mencatat kelebihan dan kekurangannya, serta memberikan masukan berdasarkan kebutuhan koperasi masing-masing.

INKOSSUMA tidak sekadar mencari aplikasi yang terlihat canggih, melainkan sistem yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan koperasi, mudah digunakan, aman, berkelanjutan, serta mampu mendukung pertumbuhan KOSSUMA dan INKOSSUMA.

Setelah sambutan Ketua INKOSSUMA, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dyah Anitaningtyas mengenai pengenalan sistem digitalisasi keuangan. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada sistem yang dapat mendukung pengelolaan dan pencatatan keuangan koperasi secara digital.

Melalui pemaparan tersebut, para peserta memperoleh gambaran mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses pencatatan transaksi, pengelolaan keuangan, penyusunan laporan, serta monitoring kondisi keuangan koperasi.

Ketua INKOSSUMA juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dyah Anitaningtyas yang telah berkenan berbagi ilmu serta memperkenalkan sistem digitalisasi keuangan kepada peserta.

Kegiatan Pengenalan Sistem Digitalisasi Keuangan ini menjadi salah satu langkah awal dalam mempersiapkan transformasi digital di lingkungan INKOSSUMA dan KOSSUMA. Ke depan, INKOSSUMA berharap digitalisasi dapat menjadi bagian dari penguatan Digital Governance & Smart Cooperative, di mana teknologi dimanfaatkan untuk mendukung tata kelola, keuangan, pelayanan anggota, pengembangan bisnis, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Melalui program yang digagas oleh Bendahara INKOSSUMA ini, diharapkan pertemuan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan para peserta, tetapi juga menghasilkan langkah nyata menuju sistem pengelolaan keuangan KOSSUMA dan INKOSSUMA yang semakin tertib, transparan, akuntabel, terintegrasi, dan profesional.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, digitalisasi diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan dalam membangun jaringan KOSSUMA dan INKOSSUMA yang semakin maju, profesional, amanah, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggota dan masyarakat.

Tags:
Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news