Kossuma Academy Sesi 6: INKOSSUMA Dorong Pengembangan Bisnis dan Pemberdayaan Ekonomi Anggota

Iklan Salimah Food

Kossuma Academy Sesi 6: INKOSSUMA Dorong Pengembangan Bisnis dan Pemberdayaan Ekonomi Anggota

Jakarta (26/10/2026) — Divisi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) INKOSSUMA kembali menggelar Kossuma Academy Basic sesi ke-6 secara daring pada Ahad (25/10). Mengangkat tema “Strategi Pengembangan Bisnis dan Pemberdayaan Anggota”, kegiatan ini diikuti 56 peserta yang terdiri atas pengurus dan pengawas INKOSSUMA serta pengurus, pengawas, dan pengelola Kossuma dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan menghadirkan Aslichan Burhan, Ketua PINBUK sekaligus Dewan Pengawas Syariah (DPS) INKOSSUMA, sebagai pemateri. Sesi ini membahas strategi pengembangan bisnis koperasi syariah yang berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha, kemandirian, dan kesejahteraan anggota.

Koperasi Harus Memberikan Manfaat Ekonomi Nyata.

Dalam sambutannya, Ketua INKOSSUMA, Eko Sri Wahyuni, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi anggota merupakan salah satu tujuan utama keberadaan koperasi. Setelah melakukan penguatan kelembagaan, perbaikan tata kelola, peningkatan kapasitas pengurus, dan penguatan sistem keuangan, koperasi perlu memastikan seluruh upaya tersebut memberikan manfaat ekonomi nyata bagi anggota.

“Koperasi tidak cukup hanya sehat secara organisasi dan keuangan. Koperasi harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata bagi anggotanya,” tegas Eko.

Ia juga mengingatkan bahwa Kossuma perlu menjadi rumah pemberdayaan ekonomi perempuan dan keluarga, tempat anggota belajar mengelola keuangan, meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, memperoleh akses permodalan, hingga memperluas pasar.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai ta’awun atau saling menolong sebagaimana terkandung dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2. Nilai ini menjadi landasan penting dalam membangun koperasi syariah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan kelembagaan, tetapi juga pada kemajuan bersama.

Ketua INKOSSUMA turut menekankan pentingnya pendidikan anggota, pembiayaan produktif, pendampingan UMKM, penguatan jejaring usaha, serta kemitraan strategis untuk membuka peluang bisnis dan memperluas akses pasar.

Sebagai koperasi sekunder, INKOSSUMA memiliki peran strategis dalam menyatukan potensi ekonomi Kossuma di berbagai wilayah. Kossuma yang memiliki kapasitas produksi dapat bekerja sama dengan Kossuma yang memiliki jaringan pemasaran, sementara Kossuma yang telah berkembang diharapkan dapat berbagi pengalaman dan mendampingi Kossuma lainnya.

Enam Pilar Pengembangan Bisnis dan Pemberdayaan Anggota

Dalam pemaparannya, Aslichan Burhan menegaskan bahwa pengembangan bisnis koperasi bukan sekadar memperbesar pembiayaan, melainkan memperkuat nilai usaha dan kapasitas ekonomi anggota. Strategi ini mencakup enam pilar yang saling terintegrasi.

1. Pendidikan Anggota, memperkuat literasi koperasi dan syariah, keuangan, usaha, serta digital untuk mendorong perubahan perilaku dan peningkatan keterampilan anggota.

2. Pembiayaan Produktif, menyediakan pembiayaan sesuai kebutuhan usaha, dengan pemilihan akad yang tepat serta pengelolaan yang sehat dan memberikan manfaat nyata.

3. Pendampingan UMKM, meningkatkan0 kapasitas usaha melalui perbaikan produk, pengelolaan keuangan, pemasaran, operasional, dan pemanfaatan teknologi digital.

4. Jejaring Usaha, memperluas akses pasar dan peluang bisnis melalui kolaborasi antaranggota, antarkoperasi, pemasok, pembeli, serta lembaga pendukung.

5. Kemitraan dan Inkubasi, mengembangkan usaha melalui kerja sama strategis, pendampingan terarah, dan program inkubasi yang mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

6. Integrasi dan Evaluasi, menyatukan seluruh program dalam rencana aksi yang terukur, disertai pemantauan kinerja, pengelolaan risiko, dan pembagian peran yang jelas.

Seluruh pilar tersebut harus dijalankan berdasarkan prinsip syariah, yaitu amanah, keadilan, dan kemaslahatan, agar pengembangan bisnis koperasi benar-benar memberikan dampak positif bagi anggota.

Dari Pembelajaran Menuju Aksi Nyata

Ketua INKOSSUMA berharap Kossuma Academy tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan perolehan sertifikat, tetapi mampu mendorong perubahan nyata dalam program pemberdayaan anggota.

Sebagai langkah konkret, ia mengajak seluruh Kossuma menjadikan hasil pembelajaran sebagai dasar penyusunan program kerja tahun 2027 melalui gerakan “Satu Kossuma, Satu Program Pemberdayaan Ekonomi Anggota.”

Setiap Kossuma diharapkan memiliki minimal satu program unggulan yang berorientasi pada peningkatan kemampuan ekonomi anggota, seperti pendampingan UMKM, pengembangan produk unggulan, pemasaran bersama, atau pelatihan usaha produktif. Program dapat dimulai dari langkah sederhana, dilaksanakan secara konsisten, dievaluasi, dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Melalui Kossuma Academy Basic sesi ke-6, peserta diharapkan mampu menganalisis kebutuhan anggota, merancang program yang tepat, dan menjalankan strategi pengembangan bisnis secara terukur. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, Kossuma diharapkan semakin mampu melahirkan anggota yang produktif, mandiri, dan sejahtera.

Keberhasilan koperasi bukan hanya diukur dari kesehatan organisasi dan laporan keuangan, tetapi juga dari semakin banyaknya anggota yang tumbuh, berdaya, dan merasakan manfaat nyata dari keberadaan koperasi.

Tags:
Komentar

Komentar

What do you think?
Show comments / Leave a comment

Komentar

Iklan Salimah Food