Kossuma Academy  Sesi 7: INKOSSUMA Ajak Kossuma Belajar Dari Koperasi Sukses dan Praktik Terbaik

Iklan Salimah Food

Kossuma Academy  Sesi 7: INKOSSUMA Ajak Kossuma Belajar Dari Koperasi Sukses dan Praktik Terbaik

Jakarta (4/11/2026) — Divisi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) INKOSSUMA kembali menyelenggarakan Kossuma Academy Sesi 7 secara daring pada Ahad (1/11). Mengangkat tema “Belajar dari Koperasi-Koperasi Sukses: Best Practices, Success Story, dan Lessons Learned”, kegiatan ini diikuti oleh 64 peserta yang terdiri atas Dewan Pengawas Syariah (DPS), pengawas, dan pengurus INKOSSUMA, serta pengawas, pengurus, dan pengelola Kossuma dari berbagai daerah.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Aslichan Burhan, bagian dari DPS INKOSSUMA sekaligus Direktur Eksekutif PINBUK; Nina Andriyani, Direktur Operasional Koperasi Konsumen Syariah Insan Permata Berdaya; serta Naning Poedji Rahayu, General Manager KSPPS BMT Permata Jawa Timur. Para narasumber berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengelola serta mengembangkan koperasi.

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Ketua INKOSSUMA, Eko Sri Wahyuni. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Kossuma Academy telah membahas berbagai fondasi penting pengelolaan koperasi syariah, mulai dari jati diri koperasi, model bisnis, tata kelola, keuangan syariah, transformasi digital, hingga pengembangan usaha dan pemberdayaan anggota.

Eko menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh tidak cukup hanya dipahami sebagai teori, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata. Melalui sesi ketujuh ini, peserta diajak belajar langsung dari koperasi yang telah berhasil menghadapi tantangan, berinovasi, dan mengembangkan usahanya.

Sebagai koperasi sekunder, INKOSSUMA memiliki tanggung jawab untuk memperkuat kapasitas, kolaborasi, dan ekosistem bisnis Kossuma di seluruh Indonesia. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh modal dan jumlah anggota, tetapi juga kualitas SDM, kepemimpinan, tata kelola, model bisnis, kepercayaan anggota, serta kemampuan berinovasi.

Ia berharap Kossuma  Academy menjadi gerakan bersama untuk membangun koperasi syariah yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan membawa keberkahan bagi umat.

Pemaparan pertama disampaikan oleh Aslichan Burhan. Ia membahas faktor-faktor kunci keberhasilan koperasi di tingkat nasional maupun dunia melalui berbagai studi kasus koperasi konsumen, simpan pinjam, produksi, pemasaran, dan koperasi syariah.

Materi juga mengulas praktik tata kelola yang baik, inovasi usaha, digitalisasi, kaderisasi SDM, serta berbagai kesalahan yang perlu dihindari dalam pengelolaan koperasi. Peserta diajak mengambil pembelajaran dari pengalaman tersebut dan menyusun rencana aksi yang dapat diterapkan sesuai kondisi serta potensi Kossuma  masing-masing.

Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Naning Poedji Rahayu bersama Nina Andriyani yang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan dan pengembangan KSPPS BMT Permata Jawa Timur.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa BMT Permata telah mengembangkan sistem keuangan mikro syariah sejak tahun 2010 dengan mengedepankan tiga nilai utama, yaitu Kredibel dan Amanah, melalui pengelolaan dana secara transparan; Kemitraan Produktif, melalui pendampingan dan pembiayaan tepat sasaran; serta Keadilan Ekonomi, melalui pemerataan SHU dan penguatan ekonomi lokal.

BMT Permata menyediakan berbagai produk simpanan, seperti Simpanan Permata, Hari Raya,Haji/Umroh, Pendidikan, dan Permata Kaget. Sementara produk pembiayaannya meliputi Permata Keren untuk kendaraan dan elektronik, Permata Manfaat dan Usaha untuk kegiatan produktif, serta Permata Tirta untuk kebutuhan sanitasi dan air bersih.

Dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, BMT Permata telah menjalin kemitraan dengan sekitar 500 UMKM. Koperasi juga mengoptimalkan fungsi Baitul Maal melalui penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif. Berbagai program sosial, dakwah, dan pendidikan dijalankan, antara lain Layanan Makan Gratis, Gerakan Sembako Murah, Permata Peduli, Kajian Keluarga Permata, dan Kafalah Guru Ngaji.

Salah satu dampak nyata program sosialnya adalah penyaluran 50.000 porsi makan gratis sejak tahun 2021. Praktik tersebut menunjukkan bahwa koperasi syariah tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki peran besar dalam pemberdayaan ekonomi dan kepedulian sosial masyarakat.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Nina Andriyani selaku Direktur Operasional Koperasi Konsumen Syariah Insan Permata Berdaya. Ia menjelaskan bahwa koperasi dibangun berlandaskan Al-Qur'an dan Hadis, Pancasila, serta UUD 1945 dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah dan mengedepankan konsep 100% dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota.

Kegiatan usahanya meliputi perdagangan berbagai jenis barang serta unit simpan pinjam dan pembiayaan syariah. Selain itu ada program Si GEMBUNG (Gerakan Gemar Berinfak dan Menabung), yaitu program jemput bola ke PAUD dan sekolah dasar untuk membiasakan anak-anak menabung, berinfak, dan menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini.

Nina juga memaparkan manfaat koperasi bagi yayasan, di antaranya menjadi payung hukum bagi unit usaha seperti tabungan siswa, minimarket, dan kantin; meningkatkan efisiensi operasional; menyediakan tabungan hari tua bagi guru melalui simpanan pokok dan wajib; serta memberikan kesempatan memperoleh SHU.

Manfaat lainnya mencakup peningkatan kesejahteraan pegawai, fasilitas pembiayaan, pembiayaan rumah subsidi bagi guru dan pegawai, kerja sama voucher belanja, Program Peduli Dai, Sembako Murah, hingga dukungan sponsorship kegiatan yayasan dan sekolah. Koperasi juga menjadi sarana pembelajaran muamalah bagi siswa sejak dini.

Selain fungsi bisnis, koperasi mengoptimalkan fungsi Baitul Maal sebagai wadah penghimpunan dan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui berbagai program jariyah, sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Berbagai pengalaman yang disampaikan para narasumber memberikan gambaran bahwa keberhasilan koperasi membutuhkan tata kelola yang sehat, kepemimpinan amanah, inovasi usaha, kemitraan produktif, serta partisipasi aktif anggota.

Melalui Kossuma Academy Sesi 7, INKOSSUMA berharap para pengawas, pengurus, dan pengelola KOSSUMA dapat mengambil inspirasi serta menerapkan praktik terbaik sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing koperasi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen INKOSSUMA dalam memperkuat kapasitas SDM, membangun kolaborasi, dan mengembangkan ekosistem bisnis KOSSUMA di seluruh Indonesia menuju koperasi syariah yang profesional, mandiri, inovatif, berdaya saing, dan membawa keberkahan bagi umat.

Tags:
Komentar

Komentar

What do you think?
Show comments / Leave a comment

Komentar

Iklan Salimah Food