Peringati Hari Anak Nasional, Salimah Kaltara Gelar Webinar Cegah Bullying di Dunia Nyata dan Ruang Digital

Tanjung Selor (2/8/2026)– Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Kalimantan Utara (Kaltara) menyelenggarakan Webinar Parenting bertajuk “Cegah Bullying Tanpa Batas: Melindungi Anak di Dunia Nyata dan Ruang Digital” pada Ahad (2/8). Kegiatan ini diikuti oleh 90 peserta yang terdiri atas pengurus PW Salimah Kalimantan Utara, PD Salimah Bulungan, Tarakan, Malinau, Nunukan, dan Tana Tidung (KTT), orang tua/wali murid SDIT Cendekia Taka, serta masyarakat umum.

 

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kalimantan Utara, dilanjutkan dengan pembukaan serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Suasana webinar berlangsung khidmat dan penuh antusiasme sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap perlindungan anak dari berbagai bentuk perundungan.

Ketua PW Salimah Kalimantan Utara, Anisah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa webinar parenting ini merupakan salah satu wujud nyata kontribusi Salimah dalam memberikan edukasi kepada para orang tua untuk memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak.

“Kami meyakini bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi anak dan orang tua merupakan teladan utama dalam membentuk karakter serta ketahanan mental anak. Tema yang kami angkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana bullying tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga telah merambah ke ruang digital,” ujar Anisah.

Ia menegaskan bahwa pencegahan bullying bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah semata, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Orang tua perlu membangun komunikasi yang hangat dengan anak, sekolah harus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, pemerintah menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perlindungan anak, sementara masyarakat bersama-sama menumbuhkan budaya saling menghargai, peduli, dan bijak dalam menggunakan media digital.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara yang diwakili oleh Pengawas Sekolah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam, Hasmawati. Ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan komunikasi dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

“Mari kita bersinergi membangun komunikasi yang baik serta berkomitmen memastikan anak-anak kita terbebas dari bullying, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital,” ungkap Hasmawati.

Pada sesi utama, narasumber Ustadzah Vida Robi’ah Al Adawiyah, memaparkan berbagai langkah yang dapat dilakukan orang tua dan guru ketika menghadapi kasus perundungan.

Beliau menjelaskan bahwa ketika anak menjadi korban bullying, orang tua hendaknya tetap tenang, memahami kronologi kejadian secara utuh, menunjukkan empati kepada anak, melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah, menjalin komunikasi yang positif dan proaktif dengan sekolah, serta menghindari tindakan emosional dengan langsung menemui pelaku perundungan.

Selain itu, Ustadzah Vida juga mengulas langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila anak menjadi pelaku bullying. Menurutnya, orang tua perlu melakukan introspeksi terhadap pola asuh di rumah, mencari tahu penyebab perilaku anak, memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan alasannya, tidak terburu-buru menyalahkan atau memberikan label negatif, berkonsultasi dengan guru maupun psikolog bila diperlukan, serta membimbing anak agar memahami bahwa perilaku merundung merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Orang tua juga didorong untuk membangun kedekatan emosional yang lebih kuat dengan anak sebagai bagian dari proses pembinaan.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai tantangan mendampingi anak di era digital. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya pencegahan bullying dan pentingnya penguatan peran keluarga dalam membangun karakter anak.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, PW Salimah Kalimantan Utara membagikan doorprize berupa uang elektronik (e-money) kepada peserta yang hadir paling awal serta peserta yang aktif mengajukan pertanyaan selama webinar berlangsung.

Melalui kegiatan ini, PW Salimah Kalimantan Utara berharap semakin banyak orang tua, pendidik, dan masyarakat yang memiliki pemahaman serta keterampilan dalam mencegah dan menangani perundungan, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news