Bekasi (27/9/2026) - Sebanyak 650 jamaah memadati Masjid Jami Al Azhar, Kalimalang, Bekasi untuk mengikuti Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kota Bekasi melalui Forum Silaturahim Majelis Taklim (FORSIL MT) dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas, Peradaban Bermartabat dan Negara Berdaulat.”
Acara diisi dengan tausiyah, kajian keteladanan Rasulullah SAW dan para sahabat, sholawat, santunan anak yatim, serta penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina.
Ketua PD Salimah Kota Bekasi, Inna Nur Susiami, memaparkan berbagai kiprah Salimah dalam kegiatan kemanusiaan, termasuk penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
“Salimah sebelumnya telah menggalang dana untuk musibah bencana di Aceh, kemudian NTT. Dan pada kesempatan Maulid Nabi ini, Salimah kembali mengajak jamaah untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Palestina.” Demikian disampaikan dalam pemaparannya.
Sementara itu, Dwi Eko Miranty yang hadir mewakili Ketua Umum Salimah, menyampaikan kisah-kisah keteladanan para sahabat Rasulullah SAW. Kisah tersebut menjadi pengingat bagi jamaah untuk menjadikan kehidupan Rasulullah dan para sahabat sebagai sumber inspirasi dalam membangun keluarga dan kehidupan bermasyarakat.
Tausiyah utama disampaikan oleh Ustadz Zacky Mirza yang mengajak jamaah untuk membangun kehidupan rumah tangga dengan akhlak dan kesabaran, termasuk belajar mengalah dalam menghadapi pasangan.
“Memuliakan istri salah satunya dengan mengalah,” pesan Ustadz Zacky kepada jamaah.
Ia juga menyampaikan pentingnya mengelola rasa cemburu dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, rasa cemburu dapat muncul sebagai bagian dari perasaan manusia, tetapi perlu dikelola agar tidak berkembang menjadi sikap yang berlebihan.
Dalam konteks kehidupan keluarga di Kota Bekasi, Ustadz Zacky juga menyinggung pentingnya perhatian bersama terhadap persoalan keluarga, termasuk tingginya angka perceraian yang menjadi salah satu tantangan kehidupan sosial di masyarakat.
mUstadz Zacky juga mengajak jamaah menjadikan Al-Fatihah, dzikir, sedekah dan sholawat sebagai bagian dari amalan sehari-hari. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mengejar banyaknya amal, tetapi juga menjaga kesinambungan amal tersebut.
“Sedikit tetapi tidak putus-putus,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan terkait pentingnya istiqamah.
Ia memberikan contoh sederhana melalui shalat dhuha dua rakaat yang dilakukan secara rutin, bersedekah secara konsisten, memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, doa Nabi Yunus, serta sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, amalan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Semangat kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam kegiatan Maulid Nabi tersebut. Melalui penggalangan dana yang dilakukan selama acara, jamaah berhasil mengumpulkan Rp8 juta dan 0,5 gram logam mulia untuk bantuan Palestina.
Penggalangan dana tersebut menjadi bagian dari komitmen Salimah dalam mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan.
Kegiatan juga diisi dengan santunan untuk 100 anak yatim. Diwakili oleh 21 anak yatim hadir dan menerima santunan secara langsung dalam acara tersebut, sementara santunan lainnya menjadi bagian dari rangkaian program kepedulian yang diselenggarakan.
Suasana Maulid Nabi semakin semarak dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh Tim Sholawat Salimah Jatiasih Kota Bekasi. Para jamaah mengikuti rangkaian acara dengan antusias hingga kegiatan berakhir.
Panitia juga menghadirkan berbagai doorprize dari para sponsor sebagai bentuk apresiasi dan menambah semarak kebersamaan jamaah dalam kegiatan tersebut.
Maulid Nabi yang diselenggarakan Salimah Kota Bekasi ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang silaturahim bagi para jamaah serta sarana untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan tersebut, Salimah Kota Bekasi mendorong agar nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, sekaligus diwujudkan melalui aksi nyata berupa kepedulian sosial dan kemanusiaan.[NHS]






Komentar