Salimah Dorong Instruktur Pekerja Migran Ubah Materi Pelatihan Menjadi Kompetensi Nyata

Salimah Dorong Instruktur Pekerja Migran Ubah Materi Pelatihan Menjadi Kompetensi Nyata

Bogor (26/9/2026) - Penguatan kompetensi Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak cukup hanya dengan memberikan materi pelatihan. Peserta perlu dipastikan mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam situasi nyata. Hal tersebut menjadi salah satu penekanan Ketua Departemen Pendidikan dan Pelatihan Pimpinan Pusat (PP) Salimah, Fidiyarini Partiwi, saat menjadi narasumber dalam Training of Trainer (TOT) Pengajar Standar Kompetensi Kerja Khusus Bidang Kompetensi Umum (Common Competency) Pekerja Migran Indonesia.

Kegiatan bertema “Penerapan Soft Skill bagi Pekerja Migran Indonesia” tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). 

Kegiatan berlangsung di Swiss Belhotel Bogor, Jumat (25/9), dan diikuti oleh 50 calon instruktur.

TOT ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjamin mutu pelaksanaan peningkatan kapasitas pekerja migran Indonesia. Para calon instruktur dibekali pemahaman dan kemampuan agar mampu menyampaikan materi kompetensi umum secara efektif kepada calon Pekerja Migran Indonesia.

Dalam pemaparannya, Fidi menekankan bahwa keberhasilan seorang instruktur tidak berhenti pada kemampuan menyampaikan materi. Lebih dari itu, instruktur perlu memastikan materi yang diberikan benar-benar berubah menjadi kompetensi yang dapat digunakan peserta dalam kehidupan dan pekerjaan mereka.

“Tantangan seorang instruktur bukan hanya bagaimana menyampaikan materi, tetapi bagaimana mengubah materi tersebut menjadi kompetensi,” papar Fidi.

“Peserta tidak cukup hanya memahami apa yang disampaikan, tetapi harus mampu menggunakan keterampilan itu pada dirinya dan menerapkannya ketika menghadapi dunia kerja. Disitulah soft skill menjadi kompetensi yang benar-benar bernilai,” terangnya lagi.

Keterlibatannya dalam kegiatan ini menjadi perhatian pada pentingnya kualitas sumber daya manusia melalui proses pendidikan dan pelatihan yang terarah sekaligus menunjukkan ruang kontribusi ormas Salimah dalam penguatan kapasitas manusia, termasuk bagi calon pekerja migran Indonesia.

Kegiatan TOT tersebut dibuka dan ditutup oleh  Direktur Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia, Rr. Lia Parisiana. Melalui kegiatan ini, para calon instruktur diharapkan memiliki bekal yang memadai untuk melaksanakan pembelajaran kompetensi umum secara berkualitas bagi calon Pekerja Migran Indonesia.

Tags:
Komentar

Komentar

What do you think?
Show comments / Leave a comment

Komentar