Jakarta (27/10/2026) – Pengurus Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) menghadiri kegiatan Palestine On View (POV), konser amal untuk Palestina yang diselenggarakan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Yakesma di Bigland Hotel Bogor, Selasa (27/10). Mengusung tema “See Palestine, Hear Palestine, Stand With Palestine”, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyuarakan perjuangan rakyat Palestina, memperluas pemahaman tentang kondisi di Al-Aqsha dan Gaza, serta menggalang donasi dan bantuan kemanusiaan.
Kehadiran Salimah dalam kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian organisasi terhadap persoalan kemanusiaan yang dihadapi rakyat Palestina. Acara ini mempertemukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan Yakesma dari seluruh Indonesia, donatur, mitra lembaga, tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Adara, hingga organisasi kemanusiaan lainnya.
Empat orang pengurus PP Salimah yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Yurida Murtiningsih, Bendahara Umum Salimah; Maidawati Retnoningsih, anggota Sekretariat PP Salimah; Teten Rofiatus Shalihah, anggota Departemen Dakwah PP Salimah; serta Syahidah Solihat, staf Bendahara PP Salimah.
Salah satu pesan penting dalam kegiatan POV disampaikan oleh Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri sekaligus Presiden Asia Pacific Coalition for Al Quds and Palestine (APCQP).
Sudarnoto mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak lelah membela Palestina. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada lembaga-lembaga amil zakat yang selama ini terus memberikan bantuan bagi rakyat Palestina.
Menurutnya, besarnya perhatian masyarakat Indonesia terhadap Palestina merupakan kekuatan yang perlu terus dijaga. Dukungan tersebut tidak boleh berhenti, terlebih ketika rakyat Palestina masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat.
Dalam kesempatan itu, Sudarnoto juga menyerukan boikot terhadap produk-produk Israel serta menyampaikan penolakannya terhadap rencana kehadiran penyanyi Andrea Bocelli di Indonesia.
Pesan solidaritas semakin menguat melalui kesaksian Syekh Khaled Ismail Khalil Al-Majaida dari Palestina. Dalam acara itu, ia menceritakan pengalaman keluarganya ketika rumah mereka menjadi sasaran pemboman sekitar pukul 02.00 dini hari.
Syekh Khaled bersyukur karena seluruh anggota keluarganya selamat. Namun, situasi saat itu sangat mencekam. Di tengah pemadaman listrik, istrinya kesulitan mencari jilbab karena mereka hanya diberi waktu sepuluh menit untuk meninggalkan rumah. Setelah waktu tersebut berlalu, beberapa lantai bangunan mengalami kehancuran.
Pengalaman itu menggambarkan situasi darurat yang dapat dihadapi warga sipil Palestina ketika mereka harus meninggalkan tempat tinggal demi menyelamatkan diri dan keluarga.
Syekh Khaled juga menyampaikan bahwa ia telah menganggap Indonesia sebagai rumah keduanya. Ia mengapresiasi pemerintah, berbagai lembaga, dan masyarakat Indonesia yang terus menunjukkan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Di hadapan para peserta, ia menyampaikan dua pesan penting. Pertama, memperbanyak salat dan doa untuk Masjid Al-Aqsha serta rakyat Palestina. Kedua, terus menyuarakan pembebasan Al-Aqsha dan kemenangan rakyat Palestina.
“Ketahuilah bahwa Allah telah memilih kita menjadi bagian dari pembebasan Palestina dan menjadi pejuang Palestina,” pesan Syekh Khaled kepada para peserta.
Acara juga dimeriahkan oleh penampilan nasyid dari Shoutul Harokah dan Adzando Davema.
Bagi Salimah, keikutsertaan dalam forum Palestine On View menjadi kesempatan untuk menyimak langsung pesan kemanusiaan, memperkuat kepedulian, dan menyuarakan keadilan bagi rakyat Palestina.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, keluarga, dan generasi, Salimah memandang nilai kemanusiaan dan solidaritas sebagai hal penting untuk terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.






Komentar