Bandar Lampung (29/9/2026) - Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kabupaten Pringsewu turut berkontribusi dalam kegiatan Dasawisma Elang Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu melalui edukasi tentang pentingnya bagi muslimah untuk mempelajari tata cara perawatan jenazah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad (27/9/ 2026) tersebut diikuti oleh 15 peserta.
Materi disampaikan oleh Ketua Departemen Dakwah Salimah Pringsewu, Mutmainah. Ia menjelaskan bahwa mempelajari perawatan jenazah merupakan bagian penting dari pemahaman keislaman karena mengurus jenazah hukumnya fardu kifayah, yaitu kewajiban kolektif umat Islam.
“Belajar perawatan jenazah penting agar di tengah masyarakat terdapat orang-orang yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan kewajiban tersebut ketika ada seorang muslim atau muslimah yang meninggal dunia,” jelasnya.
Khusus dalam perawatan jenazah perempuan, keterampilan ini menjadi semakin penting bagi kaum muslimah. Perawatan jenazah perempuan, terutama proses memandikan dan mengkafani, pada prinsipnya dilakukan oleh sesama perempuan dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat.
Selain sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban fardu kifayah, pengetahuan tentang perawatan jenazah juga merupakan bagian dari upaya menjaga aurat, kehormatan, dan marwah jenazah. Oleh karena itu, diperlukan orang yang memahami tata cara dan adab dalam mengurus jenazah sehingga seluruh proses dapat dilakukan dengan penuh penghormatan dan sesuai tuntunan agama.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua PD Salimah Kabupaten Pringsewu, Lilis Afrinti, serta anggota Departemen Dakwah Salimah Pringsewu, Sandra Dewi.
Melalui kegiatan ini, Salimah Pringsewu berharap semakin banyak muslimah yang memiliki pengetahuan dan kesiapan untuk berperan di tengah masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan umat terkait perawatan jenazah.
Pada pertemuan berikutnya akan dijelaskan dan dipraktikkan secara langsung dengan menggunakan alat peraga seperti manekin lengkap dengan kain kafannya.
Edukasi semacam ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat dilanjutkan dengan pembelajaran dan praktik secara bertahap agar peserta memiliki keterampilan yang memadai ketika dibutuhkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.






Komentar