Bandung (23/10/2026) – Sejarah kembali digaungkan dari tempat bersejarah. Bertempat di Ballroom Gedung Merdeka, Jl. Asia Afrika, Bandung, Indonesia Global Sumud Alliance for Palestine menggelar forum internasional bertema "Solidarity, Struggle, Alliance For the Freedom and Dignity of Palestine", Jumat (23/10).
Dipilihnya Gedung Merdeka bukan tanpa alasan. Seperti disampaikan Ketua Panitia *Ir. Yessi Martaleni*, gedung ini adalah saksi sejarah Konferensi Asia Afrika 1955 yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
"Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat persaudaraan, sinergi dan kolaborasi berkelanjutan untuk kemerdekaan dan martabat rakyat Palestina, serta membuka ruang dialog dengan jejaring internasional. Dari Gedung Merdeka ini kita berharap melahirkan langkah nyata dan kontribusi berkelanjutan bagi Palestina," ujarnya.
Forum ini dihadiri berbagai tokoh nasional dan Jawa Barat, di antaranya perwakilan Gubernur, Wakil Walikota Bandung, Anggota DPR RI dari Jabar, Anggota DPRD, MUI, Baznas, berbagai organisasi ke-Palestinaan, ormas Islam, serta aktivis Global Sumud Flotilla.
Hadir mewakili Salimah, Santi Nurjanah (Kadept Bangwil dan SDM PP Salimah) dan Musyarofah (Ketua I PW Salimah Jawa Barat).
Ketua Indonesia Global Sumud Alliance for Palestine, Dr. Maimon Herawati, mendorong 3 hal untuk dikawal bersama. "Pertama, kawal kurikulum, jangan sampai ada penghapusan sejarah Palestina dan penjajahan dari buku pelajaran. Kedua, hidupkan kembali semangat Asia Afrika 1955. Ketiga, kawal Draft RUU yang mengatur hubungan dengan Israel agar bisa masuk Prolegnas dan menjadi Undang-Undang. Seperti di Irlandia, siapapun yang memiliki hubungan ekonomi dengan Israel akan dihukum," ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Jawa Barat menegaskan agar semangat kebebasan terus didukung dengan edukasi sesuai tata aturan yang berlaku. Di antaranya menyalurkan donasi melalui lembaga terverifikasi, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, menyebarkan info yang terverifikasi, meningkatkan pemahaman tentang perdamaian dan menolak diskriminasi. "Kepedulian tidak cukup dengan kata-kata, tapi butuh tindakan dan gotong royong."
Wakil Walikota Bandung mengapresiasi kegiatan ini dan mengutip hadits: Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, ubahlah dengan kekuasaan, jika tidak bisa dengan lisan, jika tidak bisa dengan hati, dan itu selemah-lemahnya iman. "Kehadiran kita di sini sebagai bukti kita peduli kepada Palestina. Dan perintah Allah untuk tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. Jadilah dua tangan yang saling menguatkan."
Ketua Kaukus Perempuan Jabar yang juga anggota DPRD Provinsi, Siti Muntamah, mengingatkan bahwa 71 tahun lalu Indonesia menjadi inisiator mengumpulkan negara-negara Asia Afrika. "Kini kita bersama menitipkan adik bungsu yaitu Palestina untuk merdeka. Sehingga kita di Jabar, dengan 82 organisasi di Jabar akan terus mengonsolidasi untuk terus menyuarakan kebenaran dan keadilan untuk Palestina. Kami akan kawal kemerdekaan Palestina."
Selanjutnya, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Ahrul Tsani Fathurrahman, memaparkan Diplomasi Indonesia untuk Palestina dalam empat koridor, yaitu mandat konstitusi dan warisan historis KAA, mendahulukan kepentingan Nasional dan kohesi bangsa, pendukung utama bukan pihak utama, dan memahami kompleksitas isu Palestina-Israel.
Sedangkan anggota DPR RI, Ahmad Heryawan, mengingatkan bahwa kehadiran di gedung bersejarah ini memiliki spirit untuk mengikis habis penjajahan di muka bumi. "Saat ini perlu dikumandangkan _From Gedung Merdeka to Quds_. Seluruh bendera negara yang hadir di KAA semua sudah merdeka kecuali Palestina. Kita bagian dari Bangsa Asia Afrika, punya kewajiban lebih. Pembelaan pada Palestina adalah tugas konstitusi."
Mewakili PP Salimah, Santi Nurjanah, menegaskan komitmen bahwa Salimah sebagai ormas yang sangat peduli terhadap anak, perempuan dan keluarga berkepentingan dengan perjuangan Palestina. Sebab, Palestina tidak bisa dipisahkan dari perjuangan para ibu, wanita, istri dan anak yang sangat terpengaruh dengan konflik berkepanjangan ini.
"Salimah akan terus bersama Palestina sampai merdeka. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan Salimah secara konsisten melalui edukasi, Tabligh Akbar Tematik, (TFT) Kepalestinaan di seluruh wilayah Indonesia, pengumpulan donasi bekerjasama dengan Adara Relief International, dan secara aktif ikut terlibat dengan berbagai lembaga yang pro dengan perjuangan kemerdekaan Palestina," jelasnya.
Santi menambahkan, walau saat ini Indonesia sedang membutuhkan perhatian akibat berbagai bencana di berbagai wilayah, Salimah secara paralel melakukan proses pengumpulan dana dan penyaluran untuk keduanya.






Komentar