Penulis: Dewi Suryati, S.Pd.I., M.E.
Ketua Dept Humas PD. Salimah Kabupaten Sintang
Barangkali alam tak pernah benar-benar bisu, hanya akal yang terlalu riuh untuk mengeja rahasianya. Ada semesta yang tak selesai diterjemahkan oleh nalar, ada pula rasa yang sengaja disembunyikan waktu di balik tirai takdir.
Bila kelak waktu menjemput rasa, biarkan segala yang tertunda menemukan muaranya. Sebab tidak setiap pertemuan membawa penjelasan, sebagaimana tidak setiap perpisahan menyisakan kehilangan.
Tali-temali kehidupan terkadang mengencang, bahkan membentak dari arah yang tak pernah kita duga. Kita terseret di antara simpul-simpulnya, terendam dalam perjalanan yang tak selalu menyediakan tepian untuk berpijak.
Namun, bukankah ada hal-hal yang memang harus dibiarkan menjadi rahasia? Ada jalan yang hanya dapat dibaca setelah kaki jauh melangkah, ada makna yang baru menampakkan wajah ketika segala tanya telah lelah mencari jawabnya.
Suatu hari, barangkali kita akan paham. Bukan karena seluruh rahasia telah tersingkap, melainkan karena jiwa telah selesai bertengkar dengan segala yang tak mampu dijangkaunya.
Untuk sekarang, tak harus mengerti. Cukuplah menerima dengan hati yang tidak kehilangan arah. Sebab di balik segala yang tak terterjemahkan, ada kehendak-Nya yang tak pernah keliru menuliskan akhir.
Karena Allah, bahkan yang tak kita mengerti sekalipun, tetap memiliki tempat dalam rahasia kasih-Nya.






Komentar