Tulungagung (12/10/2026) - Pasangan yang sehat jasmani adalah pondasi utama rumah tangga yang kuat dan harmonis. Karena itu, calon pengantin diajak membangun kebiasaan hidup sehat sejak masa pranikah, bukan menunggu setelah menikah.
Pesan tersebut disampaikan Espy Indriati, nutrisionis Puskesmas Balesono, Ngunut, dalam Sekolah Pranikah Salimah (Serasi) bertema “Couple Sehat, Rumah Tangga Kuat” yang diselenggarakan Salimah Tulungagung, pada Ahad (11/10) pagi di Klinik Cordova Bago, Tulungagung.
Menurut Espy, ketika suami dan istri sama-sama menjaga kesehatan fisik, keduanya memiliki energi, emosi yang stabil, dan daya tahan ekstra untuk menghadapi tantangan hidup bersama. Untuk mewujudkannya, ia membagikan empat tips membangun “Healthy Couple Goals”, yakni olahraga bersama, eksplorasi masakan sehat, istirahat yang cukup, dan medical check-up rutin.
Tips pertama, pasangan dianjurkan menjadwalkan jalan pagi, bersepeda, atau ke gym berdua minimal dua sampai tiga kali seminggu. Espy menjelaskan, olahraga rutin memicu pelepasan hormon endorfin yang mengurangi stres, sehingga pasangan cenderung lebih jarang bertengkar karena hal sepele.
Kebugaran juga berdampak langsung pada stamina dan kesehatan organ reproduksi yang mendukung kualitas hubungan suami istri. Tubuh yang jarang sakit menghemat biaya medis, sehingga dana bisa dialihkan untuk tabungan masa depan. Setelah memiliki anak, pasangan yang bugar pun lebih mudah berbagi peran mengasuh tanpa cepat kelelahan.
Tips kedua, pasangan diajak mulai memasak makanan bergizi seimbang di rumah dan mengurangi kebiasaan memesan makanan cepat saji. Espy menjelaskan bahwa tidak ada satu pun bahan makanan yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh, sehingga setiap orang perlu mengonsumsi aneka ragam makanan untuk memenuhi zat gizi. Sebagai panduan, peserta dikenalkan sepuluh pesan Pedoman Gizi Seimbang.
"Calon pengantin sangat membutuhkan zat gizi mikro untuk mendukung kesuburan dan mempersiapkan kehamilan," kata Espy.
Ia menjelaskan bahwa laki-laki memerlukan vitamin B12 dan zink untuk menjaga kualitas serta jumlah sperma. Sementara bagi perempuan, vitamin E, zat besi, zink, serta vitamin C dan B6 sangat penting untuk mematangkan sel telur, menebalkan dinding rahim, mencegah anemia, dan menjaga keseimbangan hormon.
"Selain itu, konsumsi asam folat dan omega-3 juga sangat krusial bagi calon ibu untuk mencegah cacat lahir, mendukung perkembangan saraf janin, serta mencegah risiko kelahiran prematur," tambah Espy.
Tips ketiga, pasangan diingatkan untuk saling mengingatkan agar tidak sering begadang demi menjaga daya tahan tubuh. Istirahat yang cukup menjadi bagian dari upaya menjaga energi dan emosi tetap stabil, dua hal yang menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika rumah tangga.
Tips keempat, pasangan dianjurkan memeriksakan kesehatan secara berkala bersama untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Bagi calon pengantin perempuan, pemeriksaan status gizi dilakukan melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), Lingkar Lengan Atas (LiLA), dan pengecekan tanda-tanda anemia.
Espy menjelaskan, kekurangan zat besi memicu anemia yang membuat tubuh mudah lelah dan lemas serta berbahaya bagi kesehatan rahim, sementara pola makan yang buruk meningkatkan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang dapat memicu komplikasi saat hamil. Karena itu, setiap calon pengantin perempuan dianjurkan minum Tablet Tambah Darah (TTD) yang mengandung zat besi dan asam folat seminggu sekali. Jika ditemukan KEK atau anemia, penyebabnya perlu dicari dan ditangani sesuai kondisinya.
Di akhir materi, Espy menegaskan bahwa gizi yang baik sebelum menikah menjaga siklus menstruasi tetap teratur dan menyiapkan cadangan nutrisi agar bayi tidak lahir stunting atau berat badan rendah. Ia menyebut dua alasan utama calon ibu perlu menjaga gizi sebelum hamil, yaitu untuk menunjang fungsi organ reproduksi dan kualitas sel telur, serta menyiapkan cadangan gizi bagi tumbuh kembang janin.






Komentar