Bandar Lampung (12/10) - Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung menggelar Sekolah Pranikah Salimah Indonesia (Serasi) pada Ahad (11/10) di Princhsto Pringsewu. Mengusung tema “Menata Hati, Menyiapkan Diri, Menjemput Janji”, kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan kesiapan spiritual, mental, dan pengetahuan dalam membangun rumah tangga.
Serasi kali ini dihadiri oleh Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Pringsewu, Eko Sumarni, dan Ketua TP PKK Kelurahan Pringsewu Selatan, Ning Hidayah. Hadir sebagai pemateri, Subhan Fadila dan Yosi Handayani, pasangan suami istri yang berbagi wawasan tentang persiapan pernikahan.
Ketua PD Salimah Pringsewu, Lilis Afrianti, dalam sambutannya mengutip Al-Qur'an Surah Ar-Rum ayat 21 tentang tujuan pernikahan untuk mewujudkan ketenteraman, kasih, dan sayang. Ia juga menyoroti data BPS 2025 yang mencatat 438.168 perkara perceraian di Indonesia sebagai pengingat pentingnya edukasi pranikah agar calon pasangan lebih siap membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Dalam materinya, Subhan Fadila menyampaikan bahwa pernikahan merupakan ibadah panjang sekaligus perjanjian yang kokoh (mitsaqan ghalizha). Ia menekankan pentingnya empat aspek persiapan pernikahan, yaitu spiritual, mental, ilmu, serta fisik dan finansial. Kemampuan berkomunikasi, menyelesaikan konflik, dan memahami tanggung jawab juga menjadi bekal penting dalam kehidupan rumah tangga.
Sementara itu, Yosi Handayani mengulas fenomena penundaan usia pernikahan yang salah satunya dipengaruhi trauma terhadap kehidupan rumah tangga. Ia juga menyoroti pandangan sebagian pasangan yang menganggap kehadiran anak sebagai beban. Menurutnya, pemahaman yang sehat tentang pernikahan dan kesiapan mental perlu dibangun sejak sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Yosi mengibaratkan laki-laki sebagai matahari yang melambangkan kekuatan dan maskulinitas, sedangkan perempuan sebagai bulan yang melambangkan kelembutan, refleksi, dan feminitas. Keduanya memiliki karakteristik yang saling melengkapi. “Ketika masing-masing berada pada orbitnya, akan tercipta keseimbangan,” imbuhnya.
Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan interaktif melalui diskusi seputar persiapan pernikahan serta berbagai persoalan rumah tangga. Acara ditutup dengan pembagian cendera mata dari para sponsor. Melalui Serasi, Salimah Pringsewu berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya persiapan pranikah untuk mewujudkan keluarga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.






Komentar