Dengarkan

Iklan Salimah Food

Dengarkan

Penulis: Dewi Suryati, S.Pd.I., M.E
Humas Salimah Sintang, Kalimantan Barat

Kapan lagi waktu berbisik tentang kisah kehidupan, bila bukan saat kita bersedia merendahkan suara dan meninggikan rasa? Pernahkah kamu mendengar dengan bijak setiap melodi yang dinyanyikan oleh angin, lalu membiarkan telinga dan hatimu menyimak keindahan Kalam Rabb semesta?

Bahkan matahari, meski bersembunyi di balik kabut, tetap menatapmu dengan setianya. Ia menghadiahkan terang melalui celah-celah awan, seolah mengajarkan bahwa sesuatu yang tersembunyi tak selalu kehilangan cahaya. Demikian pula Kalam-Nya, yang keindahannya tetap menerangi hati, bahkan ketika hidup sedang diselimuti mendung.

Kadang, kita terlalu banyak berbicara kepada dunia, hingga lupa memeluk hari dengan lembut, menjaga setiap langkah agar tak melukai, serta merawat hati agar tak mudah patah oleh kata-kata yang tak sempat kita mengerti.

Kadang, banyak orang bercerita tentang hidupnya, melabuhkan segala rasa pada telinga yang bersedia mendengar. Namun, mereka lupa bahwa tempat mereka bercerita pun memerlukan tinta untuk menuliskan lukanya sendiri, serta ruang untuk mengendapkan segala rasa yang tak sempat terucap.

Dan seperti angin yang menyapu pepohonan yang hendak pergi, ia tetap menari tanpa suara. Hening dalam mendengar setiap daun jatuh. Ia mengajarkan bahwa tak semua perpisahan harus diratapi, sebab ada keindahan dalam melepaskan dengan ikhlas.

Maka, dengarkanlah Kalam Rabb semesta melalui telingamu saat membacanya. Resapi setiap ayatnya seolah Sang Pencipta begitu dekat denganmu.

Tags:
Komentar

Komentar

What do you think?
Show comments / Leave a comment

Komentar

Iklan Salimah Food