Jakarta (27/9/2026) — Setelah empat kali belajar secara daring, rangkaian GEN-Z EDU ELEVATE — Educator Capacity Building, memasuki pertemuan kelima sekaligus penutupan pada Jumat (25/9) di Gedung P4, Duren Sawit, Jakarta Timur. Berbeda dari pertemuan sebelumnya, kegiatan terakhir ini digelar secara luring dan menjadi ruang bagi para guru untuk bertemu langsung, berbagi pengalaman, membangun support system, sekaligus merefleksikan perjalanan belajar yang telah dilalui.
Kegiatan diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Pelatihan (Depdiklat) PW Salimah Jakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jakarta. Sebanyak 40 guru dari lima wilayah Jakarta mengikuti pertemuan penutup tersebut yang tidak hanya berisi materi, tetapi juga interaksi, refleksi, dan peneguhan komitmen.
Salah satu bagian penting dalam pertemuan ini adalah sesi Membangun Support System. Para peserta diajak melihat bahwa menjalankan peran sebagai guru tidak selalu harus dilakukan seorang diri. Di balik aktivitas mengajar, guru menghadapi berbagai pengalaman dan tantangan di ruang kelas. Karena itu, kesempatan untuk berbagi cerita, saling mendengarkan, dan bertukar pengalaman menjadi bagian penting dalam membangun dukungan antarsesama pendidik.
Melalui diskusi dan interaksi, peserta mendapatkan ruang untuk menyampaikan pengalaman sekaligus mendengarkan perspektif rekan lainnya. Dari proses tersebut muncul kesadaran bahwa berbagai tantangan yang dihadapi guru dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.
Support system kemudian tidak hanya dipahami sebagai tempat meminta bantuan ketika menghadapi masalah, tetapi juga sebagai lingkungan yang memungkinkan guru untuk saling belajar, menguatkan, dan bertumbuh.
Setelah melalui rangkaian pembelajaran selama lima pertemuan, peserta lalu diajak melakukan refleksi. Refleksi menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui. Apa yang telah dipelajari, pengalaman apa yang paling berkesan, cara pandang apa yang mungkin berubah, serta hal apa yang masih perlu dikembangkan.
Proses ini penting karena pembelajaran tidak berhenti pada saat materi selesai disampaikan. Pengetahuan baru menjadi lebih bermakna ketika peserta dapat menghubungkannya dengan pengalaman dan peran mereka sehari-hari sebagai pendidik.
Refleksi kemudian diarahkan pada satu pertanyaan penting. Setelah seluruh rangkaian selesai, apa yang akan dilakukan selanjutnya? Peserta diajak merumuskan komitmen yang dapat dibawa kembali ke lingkungan pendidikan masing-masing. Dengan demikian, penutupan GEN-Z EDU ELEVATE tidak berhenti sebagai seremoni berakhirnya program, tetapi menjadi titik peralihan dari proses belajar menuju penerapan.
Komitmen tersebut menjadi bentuk tanggung jawab personal peserta atas pembelajaran yang telah mereka jalani. Bukan sekadar mengingat materi, tetapi menentukan langkah yang ingin dilakukan setelah kembali ke kelas dan lingkungan kerja.
Di sinilah rangkaian GEN-Z EDU ELEVATE menemukan maknanya. Belajar bukan hanya untuk mengetahui, tetapi untuk melihat kembali, menentukan sikap, dan melakukan perubahan.
Sebab, menjadi pendidik bukan tentang berhenti ketika sebuah pelatihan selesai. Justru setelah pelatihan berakhir, pembelajaran menemukan tempatnya yang sesungguhnya. Di ruang kelas, dalam interaksi dengan peserta didik, dan dalam kemauan guru untuk terus belajar dan bertumbuh.






Komentar