Selasa (23/10/2026) — Divisi Bisnis dan Kewirausahaan INKOSSUMA menggelar Bincang-Bincang Outlet (BBO) secara daring pada Selasa (20/10). Kegiatan ini diikuti 34 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM dan pengelola Outlet Salimah, dengan menghadirkan Raldi Musaran dari Bank Muamalat Indonesia sebagai narasumber. Tema yang diangkat adalah “Pembiayaan dan Akses Permodalan”.
Ketua INKOSSUMA, Eko Sri Wahyuni, dalam sambutan menyampaikan bahwa akses permodalan merupakan salah satu tantangan dalam mengembangkan usaha. Ia mengingatkan pentingnya perencanaan modal yang matang, pencatatan keuangan yang tertib, pemisahan uang usaha dan pribadi, serta pemahaman terhadap persyaratan dan akad pembiayaan sesuai prinsip syariah.
Eko juga mengajak peserta memperkuat kolaborasi dalam jaringan KOSSUMA melalui berbagi informasi, pengembangan kemitraan, dan perluasan pemasaran produk anggota. Dengan pengelolaan usaha yang baik dan kerja sama yang kuat, diharapkan usaha anggota dapat tumbuh lebih profesional dan berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Raldi Musaran dari Bank Muamalat Indonesia mengenai berbagai program pembiayaan dan layanan perbankan yang dapat mendukung kebutuhan usaha maupun keuangan peserta.
Materi mencakup pembiayaan UMKM, pembiayaan haji khusus melalui program ProHajj Plus, layanan sewa mesin Electronic Data Capture (EDC), EDC Soundbox, serta fitur dan biaya layanan EDC dan QRIS merchant.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa layanan EDC dapat membantu merchant menerima pembayaran menggunakan kartu debit dan kredit, sedangkan EDC Soundbox menjadi perangkat pendukung transaksi. Layanan sewa dengan skema managed services juga mencakup pengelolaan perangkat, mulai dari pemasangan, pemeliharaan, hingga penanganan keluhan merchant.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan program ProHajj Plus yang menawarkan pilihan pembiayaan haji khusus dengan skema pembayaran tertentu sesuai ketentuan Bank Muamalat. Pembahasan mengenai QRIS turut memberikan wawasan tentang kemudahan transaksi nontunai serta pentingnya memahami biaya layanan sebelum memilih fasilitas pembayaran bagi usaha.
Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta membahas kebutuhan pembiayaan dan pemanfaatan layanan perbankan dalam pengembangan usaha.
Diskusi ini diharapkan membantu peserta memahami pilihan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usaha masing-masing.
Melalui kegiatan BBO ini, INKOSSUMA berkomitmen untuk terus memfasilitasi pembelajaran, memperluas jejaring kemitraan, serta meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dan pengelola Outlet Salimah.
Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong pengelolaan usaha yang lebih tertib, memperkuat akses permodalan, dan meningkatkan pemanfaatan layanan digital sehingga usaha anggota KOSSUMA semakin mandiri, profesional, dan berkelanjutan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan dan keluarga Indonesia.






Komentar