Penulis: Dewi Suryati, S.Pd.I., M.E
Ketua Dept Humas PD Salimah Sintang
Jika bukan milikmu, sejauh apa pun kau mengejarnya, ia tak akan sampai ke tanganmu. Namun, jika memang telah dituliskan untukmu, bahkan sesuatu yang tak pernah terlintas dalam pikiranmu sekalipun, akan datang pada waktu yang telah ditentukan.
Jangankan luasnya bumi, langit beserta segala isinya adalah kepunyaan Allah. Gunung yang menjulang, samudra yang tak bertepi, daratan yang menghampar, bahkan angin yang berhembus menyentuh wajahmu, semuanya bergerak dalam ketetapan-Nya.
Lalu, mengapa hati begitu gelisah? Mengapa kita takut kehilangan, sibuk mengejar, hingga lupa bahwa ada Tuhan yang telah mengukur segala sesuatu dengan sempurna? Kita terlalu sering mengkhawatirkan hari esok, seolah hidup sepenuhnya berada dalam genggaman kita.
Sudahlah, dunia ini hanyalah persinggahan, tempat hati belajar memahami makna dan ketaatan diuji dalam diam. Bukan tentang seberapa banyak yang berhasil kita genggam, melainkan seberapa teguh kita menjaga iman ketika yang diinginkan belum juga datang.
Mulailah membenahi setiap gerakan, memahami maknanya, dan perlahan belajar mencintainya. Itu sholat. Mulailah menyukai setiap hurufnya, berbahagialah setiap kali berjumpa dengannya, lembar demi lembar, selipkan senyuman syukur di antara ayat-ayat yang dibaca. Itu mengaji.
Jadi, tenangkanlah hatimu. Apa yang telah menjadi bagianmu tak akan tertukar, dan apa yang bukan milikmu tak akan bisa kau paksa menjadi takdirmu. Tugasmu bukan mengatur bagaimana dunia harus berjalan, melainkan menjaga iman agar tetap tumbuh, bahkan ketika jalan di hadapanmu belum terang.






Komentar