Ramadhan (Lagi)

by

Penulis: Ustadzah Dariantini
Dewan Pertimbangan Salimah Wilayah Sumut

Ada beragam suasana kebatinan yang dirasakan oleh kaum muslimin menjelang bulan Ramadhan. Sebagian mungkin merasa sangat rindu dengan hadirnya Ramadhan, dipenuhi suka cita, mempersiapkan diri sedemian rupa untuk bisa mengisi Ramadhan dengan berbagai aktifitas ibadah dan kebaikan karena mengetahui ganjaran yang Allah janjikan. Ada yang bersuka cita karena menjadi bulan limpahan rezeki bagi para pedagang, sehingga jauh-jauh hari mempersiapkan aneka dagangan yang akan ditawarkan pada bulan Ramadhan.

Tetapi banyak juga yang bersikap biasa-biasa saja dengan semakin dekatnya bulan penuh berkah. Toh tiap tahun juga Ramadhan rutin hadir dengan segala amaliyahnya. Tidak ada yang baru. Tiap tahun selalu sama. Sahur, puasa, buka puasa, tarawih, tadarus.

Dan na’udzubillah jika ada kaum muslimin yang justru merasa gusar dengan  kehadiran bulan Ramadhan. Mudah-mudahan tidak ada yang berpikir bahwa Ramadhan identik dengan pembatasan, tidak bebas makan dan minum, terganggu waktu tidur karena harus sahur, sepanjang siang di saat harus bekerja merasakan lemas dan malas karena lapar dan haus, merasa lelah  melaksanakan tarawih, dan lain lain.

Sesungguhnya, pengetahuan dan pemahaman terhadap sesuatu akan menjadi salah satu faktor yang menentukan bagaimana seseorang menyikapi sesuatu tersebut. Termasuk juga sikap terhadap bulan Ramadhan, dipengaruhi oleh pengetahuan dan pemahaman tentang nilai dan bobot bulan ini dalam timbangan keyakinan kita.

Itulah mengapa Islam  sangat mengapresiasi pemeluknya yang berilmu (QS. Al-Mujadilah 11), memerintahkan bertanya dan mencari informasi ketika tidak tau (QS.Al-Anbiya 7), mencela sikap ikut-ikutan tanpa ilmu (QS. Al-Isra 36). Sebab, dengan pengetahuan dan pemahaman maka keyakinan dan dorongan untuk melakukan sesuatu menjadi semakin kuat.

Sekedar mengulang kaji, tidak salah jika kita membahas lagi tentang keutamaan bulan Ramadhan agar bisa menyikapi kehadirannya secara proporsional, dan akhirnya termotivasi untuk memanfaatkan dan mengisinya secara maksimal sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para salafus shalih.

1. Bulan ampunan

Siapakah di antara kita yang tidak pernah berbuat salah? Dan siapakah yang tidak ingin mendapatkan kema’afan ketika bebuat salah?
Maka ketahuilah bahwa Ramadhan adalah bulan di mana Allah menaburkan sebanyak-banyaknya maghfirah (ampunan) bagi hamba-hamba yang mengharapkan ampunanNya. Ramadhan menjadi saat yang tepat untuk membersihkan noda noda dosa yang pernah kita lakukan.

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karna keimanan dan keihklasan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari – Muslim)

2. Bulan pahala tak terhingga

Pahala untuk ibadah dan perbuatan baik yang kita lakukan biasanya dilipatgandakan Allah antara 10 – 700 kali lipat. Berbeda dengan pahala puasa, Allah akan memberi balasan dengan pahala yang tak terhingga.

“Setiap amal kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratu kali lipat. Allah Taala befirman: “Kecuali amalan puasa . Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku, Aku sendiri yang akan membalasnya. Sebab dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku”. Bagi orang yang berpuasa, akan mendapatkan dua kebahagiaan, kebahagiaan  ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum bagi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Al-Bukhari)

3. Bulan penuh keberkahan

Menurut Imam Nawawi, berkah adalah kebaikan yang banyak/melimpah dan abadi. Berkah merupakan efek positif dari perbuatan yang dikerjakan seseorang. Ramadhan akan memberikan efek positif berupa kebaikan yang berlimpah bagi siapa saja yang mau memanfaatkannya sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

“ Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang pernuh keberkahan. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian…” (HR. Ahmad, An-Nasai, Baihaqi)

4. Bulan Al-Qur’an

Al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfudz dan dibawa oleh Malikat Jibril menuju langit dunia pada bulan suci Ramadhan (QS. Al-Qadr 1). Ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan mulia yang dipilih Allah menjadi moment turunnya Al-Qur’an, kitab suci yang memuat firman Allah sebagai pedoman hidup ummat manusia.

5. Bulan mustajabahnya doa-doa

Hamba-hamba yang berdoa, memohon dikabulkan segala hajat kebutuhannya, tentu  tidak hanya bisa dilakukan  pada bulan Ramadhan saja. Tetapi berdoa di bulan Ramadhan, peluang untuk dikabulkan Allah lebih besar, sebagaimana hadits:

“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila ia memanjatkan doa , maka pasti akan dikabulkan” {HR. Al-Bazzar)

6. Bulan munculnya Lailatul Qadr

Lailatul qadr adalah satu malam di bulan Ramadhan yang Allah katakan lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr 3). Artinya, bagi mereka yang bisa mendapatkan satu malam tersebut dan mengisinya dengan ibadah dan kebaikan, maka pahala yang Allah janjikan seolah olah  seperti mereka melakukan ibadah dan kebaikan selama seribu bulan, atau sekitar 83 tahun lamanya.

7. Bulan ditutup pintu neraka, dibuka pintu surga, dan dibelenggu para syaithan

Ada banyak penjelasan dari para ulama tentang maksud hadits Rasulullah bahwa pada bulan Ramadhan pintu neraka ditutup, pintu surga dibuka dan para syaithan di belenggu. Salah satu penjelasan tentang itu adalah bahwa pada bulan Ramadhan, dengan izin Allah, semangat ummat untuk beribadah dan berbuat kebaikan  sangat kuat. Hati manusia cenderung mudah untuk melakukan beragam kebaikan yang tidak mudah untuk dilakukan pada bulan-bulan selain Ramadhan.

Demikianlah beberapa keterangan agama tentang keutamaan bulan Ramadhan yang merupakan bulan termulia di antara bulan-bulan lainnya. Semoga dengan mengetahui ini akan menjadi penyemangat bagi kita untuk mempersiapkan Ramadhan tahun ini dengan sebaik baiknya.

Marhaban Yaa Ramadhan,  Marhaban Yaa Syahrul Qur’an.